Desember 2011
20.00 malam
Tik tik tik tik tik,
putaran masa itu terus menggelitik telingaku,
masa kini ragaku telah terbaring di sabana lapuk yang tercipta saat raga ini masih kanak-kanak,
Seketika semua bayangan lampau itu menyambutku kembali,
Entah harus senang atau sedih,
Kini, aku hanya tegak terpana menyaksikan raga kaku ini disambut dengan kawan lama
kini tangan yang selalu menggapai dan mencoba menguntai tiap asa yang ada
hanya bisa tergoda untuk mengikuti jejak langkahnya.
Raga ini semakin jauh dari gerbang penyambutan,
entah sekarang aku berada ditempat yang apa namanya,
Yang kulihat kini tegak berdiri sesosok yang taka asing bagi jiwaku,
Layaknya daun yang jatuh dari pohon dan selalu menengadah ke atas dan bertanya “Mengapa aku , dan dimana aku” .
Semakin jauh sosok tadi yang tlah membawaku ke tempat ini dan menemui sosok yang perhatiannya tak lepas dari pandangan atas.
Yah, dia seperti dan tak jauh beda denganku,
Aku dan dia sama seperti daun itu,
Selalu menengadah ke atas dan berkutat pada beribu pertanyaan,
Bayangan ku melesat secepat ilusi,
Aku hanya ingin mimpiku yang tergantung sejak dulu itu kan tergapai kembali,
Aku ingin berada di dekapannya,
Aku rindu akan sosoknya,
Teruntai kembali sosok itu,
Duh, ya Rabbi, kurindu sosok itu
Siapa dia, wahai pemegang jiwa?
Ilusi yang hadir dan membawaku melesat tadi,
seketika itu tenggelam bersama impian yang ada,
satu harapan dan sejuta pengaharapan,
segera lah ya Rabb,
ku ingin segera bersamanya,
dan berada didekapannya =')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar